11 Juni, 2008

RAPAT PERSIAPAN MUNAS II IKA UT

NOTULEN RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN MUNAS II
IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA
JAKARTA
Hari : Sabtu Tanggal : 7 Juni 2008
Jam : 09.00 s/d 14.00
Tempat : Sekretariat IKA UT Jakarta, di Roemah Kampus Jl. Kramat Asem Raya, gg Jl. Kelapa Mas No. 16 Jakarta Timur.
Hadir Pengurus IKA PUSAT (Sri Sumiaty, Khaiyatun, Padang Sudarmo)
Pengurus IKA UT Jakarta (Darsana Setiawan, Endang Pudjo, J Triwiyanto, Sri Winanti, Riyanto, Natim, Yahya, Choisah Effendi, Rahman Bahar, E. Sunarya)
Alumni : Jumitri, Hadijaya, Asep Suhendi, Aris Munandar

Agenda Rapat :
SK Panitia Pelaksana Munas II IKA UT
Undangan ke para Alumni potensial
Pembentukan Panitia dari Wilayah / Cabang : DKI, Bogor, Bandung, Banten
Penentuan Peserta Munas
Pembentukan SC dan OC
Penentuan agenda kerja panitia SC dan OC

Pembahasan :
1. SK Panitia Pelaksana Munas II IKA UT
Untuk mendukung kerja dari Panitia Pelaksana maka perlu diterbitkan SK Panitia Pelaksana Munas, yang akan segera dibuatkan oleh Pengurus IKA PUSAT, akan dikerjakan oleh Bp. Khaiyatun dan Ibu Sri Sri Sumiaty.
2. Undangan ke para Alumni potensial
Panitia akan mengundang para alumni yang bisa memberikan nilai tambah bagi Alumni UT, diantaranya yang akan dihubungi untuk hadir adalah : Dra. BRA Mooryati Soedibyo, SS, M.Hum; Jend.(Purn) Drs.Subagyo HS,SH; Jend.Drs.Hendro Priyono,MM.MBA.; Ibu Ani SBY, S.IP
3. Segera diterbitkan SK Panitia Pendukung Pelaksana Munas II IKA UT yang personelnya berasal dari Wilayah / Cabang : DKI, Bogor, Bandung, Banten. Khusus dari IKA UT Wilayah DKI Jakarta adalah Ketua IKA UT Jakarta Drs.Darsana Setiawan,M.Si, Sekretaris IKA UT Jakarta Drs.J. Triwiyanto dan bendahara Dra.Endang Pudjo.
Agar di beritahukan dan diundang juga Pengurus IKA UT dari Wilayah Bogor, Banten, Tangerang dan Bandung agar secara aktif terlibat sebagai Panitia Pendukung di dalam rapat-rapat SC dan OC.
4. Penentuan Peserta Munas
Sebagai peserta Munas adalah perwakilan dari IKA UT Wilayah dimana terdapat UPBJJ berada, tiap Wilayah mengirimkan 2 (dua) wakilnya.
Seluruh Indonesia ada 37 UPBJJ.
Disamping itu terdapat peserta peninjau, yang telah ditentukan sebanyak 18 peserta.
5. Pembentukan SC dan OC
Telah terbentuk personil SC sbb :
Ketua SC : Drs. Leles Sudarminto, MM (Ketua IKA UT Pusat)
Sekretaris : Sri Sumiati, SE. MM
Anggota : Drs. Khayatun, M. Si
Anggota : MD La Ode, S.IP, M.Si

Sedangakan Personil OC sbb :
Ketua OC : Padang Sudarmo, S.Sos.
Wakil : Dra. Lince Siahaan, M.Si
Sekretaris : Sri Winanti, S.IP
Wk. Sekretaris : Lukman Bahar, S.Sos
Bendahara : Riyanto, SE
Wk. Bendahara : Widiastuti, SE
SEKSI-SEKSI :
Seksi I : Bidang Dana, Konsumsi, Perlengkapan, Akomodasi
Koordinator : Aris Munandar, SE
Anggota : Jumitri, S.Pd; Supartini, S.Pd; Drs. E. Sunarya
: Asep Sehendi, S.Mn.; Sutedy SE; Herry; SE
Seksi II : Bidang Acara, Sidang, Dokumentasi, Publikasi
Koordinator : Dra. Tabhita, M.Si.
Anggota : Hadijaya, Bsc., S.Pd; Natim, S.IP;
: Ari Setyawan, SE; Mukhrodin, SE; Yahya
Seksi III : Bidang Sekretaritan
Koordinator : Turimo, S.IP
Anggota : Sumiyati, S.Ikom.
: Marina, S.Pd.
6. Penentuan agenda kerja panitia SC dan OC
Tgl. 10 Juni 08 : Jam 16.00 WIB di Sekretariat IKA UT Jakarta
: Penyusunan PROPOSAL dan ANGGARAN OC
Tgl. 15 Juni 08 : Jam 09.00 WIB di Sekretariat IKA UT Jakarta
: Rapat lengkap pengurus OC, membahas agenda kerja
tiap Seksi.
Minggu ke 3 Juni : Pengiriman dan Pemberitahuan ke UPBJJ dan Pengurus
: IKA UT Wilayah
Minggu ke 4 Juni : Memperoleh jawaban dari UPBJJ dan Pengurus Wilayah IKA UT.
Bulan JULI 2008 :
Minggu I : Agenda Rapat dengan Rektorat dan SC
Minggu II : Rapat Intern OC
Minggu III :
Minggu IV : Rapat Intern OC
Bulan AGUSTUS 2008 :
Minggu I : Memastikan Peserta sudah siap hadir
Minggu II : Rapat Intern OC
Minggu III : Prasana dan Sarana sudah siap semua
Minggu IV
Tgl. 23 Agustus 08 (Hari Sabtu) : Kegiatan Pameran
Tgl. 24 Agustus 08 (Hari Minggu) : Kegiatan Pameran
Tgl. 25 Agustus 08 (Hari Senin) : Kegiatan Munas.

04 Juni, 2008

RAPIMNAS ASOSIASI DOSEN INDONESIA


Ketua IKA UT Jakarta Bp. Drs. Darsana Setiawan,M.Si, (berdiri deretan ketiga dari kiri) saat mengikuti Rapimnas Ikatan Dosen Indonesia (ADI), sebagai pengurus MPP Pusat, dari tanggal 29-30 Mei 2008 bertempat di Hotel Century Park Senayan Jakarta.

Nampak duduk di deretan paling kiri adalah ketua ADI Pusat Bp.Prof.DR.Armai Arif,MA. sedangkan berdiri ke dua dari kanan adalah Bp.DR.Suyatno (Rektor UHAMKA Jakarta).

02 Juni, 2008

INFO IKA UT


Kami dari Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka Wilayah Jakarta (IKA UT JAKARTA), mengucapkan SELAMAT ATAS DIWISUDANYA para Mahasiswa Universitas Terbuka (periode semester genap tahun 2008), semoga Ilmu yang diperoleh di UT dapat memberikan keberkahan bagi wisudawan dan berguna bagi bangsa dan negara serta masyarakat.
Bersama ini kami sampaikan bahwa Sekretariat IKA UT Jakarta beralamat di ROEMAH KAMPUS (rumah / kantor Ibu Dra. Endang Pudjo) , Jl. Kramat Asem Raya, gg Kelapa Mas No. 16 RT 005 RW 12, Utan Kayu, Jakarta Timur. Masuk dari seberang Kantor Bea Cukai by Pass, ikuti Mikrolet (M21), masuk jalan Kramat Asem Raya, ada Tower Indosat (persisnya dibelakang Tower Indosat ini) lalu ada gang Jl.Kelapa Mas, masuk 40 meter.
Agenda pertemuan pengurus IKA UT Jakarta, yaitu pada Hari SABTU tanggal 7 Juni 2008, mulai Jam 09.00-15.00, untuk membahas kelanjutan rapat sebelumnya tentang Rencana MUNAS IKA UT dan Seminar Kependidikan.

Bagi para alumni UT maupun mahasiswa UT, bila ada kesempatan silahkan datang pada hari dan tanggal tersebut.
Contact Person : J Triwiyanto (hp/sms :021-7021266p); Padang Sudarmo (hp :081932831281) Terima kasih, Wassalamu'alaikum wr.wb.

J Triwiyanto,SE (Sekretaris IKA UT Jakarta) email :cri_tri@telkom.net
Drs. Darsana Setiawan, M.Si (Ketua IKA UT Jakarta) email :
darsonotasiun@gmail.com atau darssetia@yahoo.co.id

01 Juni, 2008

REPORTASE KULIAH BJ HABIEBIE

Saya merasa bersyukur kepada Tuhan, memperoleh kesempatan berharga untuk belajar dari pengalaman hidup orang lain dalam mendarma-baktikan pikiran serta kehidupannya bagi bangsa yang dicintai. Kehadiran saya mengikuti ceramah mantan Presiden RI ke 3 Prof.DR.BJ Habiebie dalam rangka Sidang Paripurna ke 15 Dewan Perwakilan Daerah (DPD)di gedung Nusantara DPR Senayan, Kamis 29 Mei 2008, sebenarnya adalah kuasa Tuhan yang ditunjukkan kepada hambaNYA. Pada saat itu saya sedang mengikuti Rapimnas II dan Lokakarya Nasional Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) di Hotel Century Park Senayan, sebagai anggota Pengurus Majelis Pengurus Pusat (MPP) ADI, yang rencana pembukaannya akan dilangsungkan di Istana Negara bersama Bapak Presiden RI. Tuhan berkehendak lain, karena pada saat yang tepat datang undangan kepada seluruh peserta Rapimnas dan Lokakarya ADI tersebut (melalui Ketua ADI Pusat Bp.Prof.DR.Armai Arief,MA ) untuk hadir mengikuti perkuliahan dari Bapak BJ.Habiebie, dengan tema "Refleksi Sepuluh Tahun Reformasi dan Seratus Tahun Kebangkitan Nasional".Bapak Prof.DR.BJ Habiebie ternyata adalah Presiden RI ke 3 yang pada tanggal 22 April 1999 telah membuka Konggres I ADI sekaligus meresmikannya di Istana Negara. Tuhan Maha Besar!.

Menarik disimak apa yang disampaikan oleh Bapak Prof.DR.Ginanjar Kartasamita selaku ketua DPD menghantarkan perkuliahan Pak Habiebie sebagai berikut;
1. Sepuluh tahun yang lalu (1988) para pendiri republik ini sedang mencari upaya untuk menjalankan proses demokratisasi agar terus tetap berjalan sambil menunggu adanya amandeman terhadap UUD 1945. Lalu apa yang dilakukan oleh Pak BJ Habiebie pada hari pertama menjabat Presiden? diluar dugaan semua pihak dan tidak ada satupun orang ang menyuruh, ternyata BJ.Habiebie melepaskan seluruh tahanan politik.
2. Mencabut Ketentuan Larangan Kebebasan Pers
3. Bebaskan Pendirian Partai-partai Politik
4. Laksanakan segera Pemilihan Umum yang bebas, jujur dan adil
5. Merativikasi kesepakatan ILO di Jenewa
6. Langsung mempelopori terwujudnya Undang-undang anti korupsi (yang I)
7. Mengundangkan UU Otonomi Daerah nomor 22 tahun 1999 (yang menjadi cikal bakal UU Otoda nomor 32 tahun 2004).
8. Bebaskan rakyat Timor Timur untuk memilih "merdeka" (dan sekarang kita semua rakyat Indonesia menyadari bahwa itu adalah keputusan yang benar, masih ingat dengan kasus statemen politik Presiden Timor Timur Ramos Horta sepulang berobat dari Australia yang memfitnah serta menyatakan adanya konspirasi para pemberontak di TIMTIM dengan kita bangsa Indonesia termasuk Desi Anwar dari TV media?*).
9. Pikiran untuk segera memisahkan antara POLRI dengan TNI bagi kepentingan yang lebih besar bangsa ini
10.Mempersiapkan Pilihan Presiden secara langsung
11.Memisahkan Bank Sentral Indonesia dengan Pemerintah, agar tidak dijadikan alat untuk membiayai keinginan sepihak dari pemerintah.
12.Menyiapkan UU anti monopoli dan persaingan usaha
13.Mengundangkan UU Lingkungan Hidup yang lebih progresif.

Ada lagi (keajaiban yang terjadi-pen*)Nilai tukar rupiah terhadap US $ yang semula Rp.14.000,- turun drastis menjadi tinggal separohnya (sekitar Rp.7.000,- sampai Rp.8.000,-). Khusus tentang hal ini saya berkomentar jujur "Ini sungguh fantastis dan riil terjadi, bukan omong kosong ala Djoko Supardi yang katanya mampu merubah air laut menjadi pengganti eneri BBM/Blue Energy .
Keputusan strategik itu semua dilakukan oleh Pak Habiebie dalam waktu jabatan kepresidenannya selama 1,5 tahun saja!!.
Namun diakhir karya nyata Pak BJ Habiebie, pada Sidang Paripurna MPR ternyata pertanggung jawaban Bapak Prof.DR.BJ.Habiebie selaku Presiden ketiga RI ditolak, dan dengan legowo beliau mempersilahkan yang lain (putra terbaik?) dari bangsa ini, untuk melanjutkan kepemimpinan bangsanya.

Sekarang, saya tuliskan isi ceramah Bapak Prof.DR.BJ.Habiebie sebagai berikut;Tadi saat masuk ke gedung ini, ada yang bertanya "apakah Pak Habiebie tidak trauma masuk ke gedung Nusantara DPR/MPR ini?". Kemudian dijawab oleh pak Habiebie "Tidak, saya tidak taruma, saya justru mengingat kenangan manis yang selama sekitar seperempat abad di ruang ini saya selalu berdiskusi dengan para wakil rakyat untuk menghasilkan karya nyata bagi perbaikan kesejahteraan bangsa". Sambil menunjuk ke arah sisi kiri podium dimana pak Habiebie berbicara beliau melanjutkan ucapannya "di situ saya duduk dan selalu mendengarkan dengan baik kritikan, saran masukan dari para wakil rakyat".
"Makna kelahiran Boedi Oetomo 20 Mei 1908 sesungguhnya adalah kesadaran cendekiawan tentang pentingnya sumber daya manusia dalam menentukan masa depan bangsa. Kesadaran ini pula yang melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Kebangkitan Teknologi Nasional 10 Agustus 1995, dan Reformasi 21 Mei 1998".
"Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, (satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa) tidak dengan Timor Timur (karena saat itu belum ada TIMTIM), jadi kalau TIMTIM ingin merdeka ya silahkan...".
"Saya tidak setuju dengan istilah Budaya Indonesia, karena bangsa ini terdiri dari orang-orang yang tinggal di kepulauan luas, sehingga yang ada adalah Peradaban Indonesia, yang ada adalah kebudayaan orang-orang yang tinggal dan hidup di bumi maritim Indonesia, ber Bhineka tapi tetap Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tidak kontraproduktif, justru dengan keberbedaannya kehidupan mereka menjadi semakin cerah". Lihat itu California AS yang sangat pluralistik, akan tetapi produktivitasnya sangat tinggi.
Globalisasi itu sudah ada sejak jaman dulu, sejak berabad-abad yang lalu, busana dan bahasanya saja yang berubah. Iklim Globalisasi harus kita waspadai, karena akan menyedot kekayaan bangsa kita. Oleh karena itu hadapi globalisasi dengan proaktif dan cerdas!. Ibarat kita berdansa, akan tetapi tidak dengan iringan musik serta gaya orang lain, akan tetapi kita berdansa dengan musik serta gaya yang kita ciptakan sendiri!.
*Di sisi ungkapan Pak Habiebie yang ini, penulis lalu ingat saat tahun 1964 sampai pertengahan 1965, Bung Karno mengajarkan kepada bangsa Indonesia untuk berdansa (menari) LENSO karya Bung Karno, diiringi dengan aransemen musik karya bangsa sendiri. Sayang hanya segelintir orang dari bangsa ini yang faham dengan pikiran Bung Karno yang begitu jauuuh ke depan, dan saat itu pak BJ.Habiebie yang dikirim ke Jerman oleh Bung Karno sedang berada dimana, entahlah, beliau nanti yang akan menjawab sendiri kalau penulis dapat berkomunikasi lanjut.

Ceramah yang bernuansa kontribusi pemikiran dari Bapak Prof.DR.Bj.Habiebie tentang perjalanan Reformasi bangsa ini diungkapkan antara lain sebagai berikut;"Reformasi memberi kesadaran perlunya kebebasan untuk melengkapi kemerdekaan, yaitu kehidupan yang demokratis, menghormati hak asasi manusia, serta kehidupan bangsa yang mandiri, bermartabat, dan berdaya saing".Namun, reformasi juga masih banyak menyisakan kekurangan, antara lain tidak adanya lagi kesinambungan pembangunan bangsa, karena Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sudah dihapus".”
Kepentingan rakyat umum mulai terabaikan, sementara kepentingan pribadi, kelompok, dan partai menjadi lebih diutamakan,”. Keprihatinkan Bapak BJ.Habiebie diungkapkan pula melalui pengamatan beliau bahwa proses pengembangan, pemanfaatan, dan pengendalian ilmu pengetahuan dan teknologisudah banyak yang ditinggalkan, bahkan sebagian dihentikan.Untuk mengatasi kondisi saat ini, Bapak BJ.Habibie menyerukan untuk kembali ke dasar (back to basic). Dicontohkan oleh beliau seperti analogi berpfikir saat kita sedang menghadapi persoalan rumit, macet, ketika mengoperasikan komputer, maka ”Cara termudah restart saja!,”.
Bapak BJ.Habibie mengusulkan agar pos pelayanan terpadu dihidupkan kembali. Namun pos itu tidak terfokus pada pelayanan kesehatan, melainkan menjadi pelayanan informasi, pembinaan keluarga, pendidikan, dan pendidikan lapangan kerja (seperti RW Siaga)*.
Beliau juga mengusulkan pembangunan jalur kereta api ekspress dua jalur (rel ganda berukuran medium) dengan kecepatan 350 kilometer per jam antara Jakarta, Semarang, dan Surabaya yang memanfaatkan tenaga listrik terbarukan, bagi kepentingan ekonomi masyarakat; pengembangan sistem perairan; membuat mekanisme Bulog yang transparan; pengembangan plasma bagi golongan ekonomi lemah; memasyarakatkan produk dalam negeri secara lebih progresif; serta meminimalkan pengaruh fluktuasi ekonomi global terhadap dinamika kebijakan ekonomi nasional.”Masalah yang kita hadapi memang kompleks dan tidak mudah. Jalan di hadapan kita memang masih panjang, terjal, dan berliku. Namun, tekad yang kuat, kebersamaan yang kokoh, dan semangat yang tetap menggelora merupakan modal kita untuk menuntaskan reformasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera”.

Demikianlah laporan reportase Kuliah B.J.Habiebie yang dapat kita renungkan kembali sebagai masukkan serta kontribusi pemikiran bagi pensejahteraan bangsa.

Selanjutnya "PR" ada ditangan kita semua yang masih muda (karena beliau sudah merasa tua untuk tampil kembali di panggung percaturan politik?), tapi bangsa ini masih memerlukan pikiran genial-nya, pikiran anugerah Tuhan yang diberikan kepada hamba yang dipilih NYA. Karena memang nyata tidak semua dari kita seperti Bacharuddin Jusuf Habiebie.
Terima Kasih pak BJ Habiebie atas nasehat dan kepedulianmu.
Semoga Allah selalu melindungi dan merahmatimu. Amien.

penulis : Darsana Setiawan

sedikit tentang Bapak Bacharuddin .J. Habiebie
Male, 71, MarriedMember Since: May 2004
Location: GermanyHometown: Sulawesi
Bacharuddin J.'s URL:http://profiles.friendster.com/8843522
Occupation:Aeronautical EngineerAffiliations:ICMI,Hobbies and Interests:Wayang Kulit, Berita
Favorite Movies:AirPlane!, Soul Plane, Air Force One, Con Air, Top Gun, Broken Arrow, Semua yang berhubungan dengan pesawat.
Favorite Music:Keroncong, The Beatles, Koes Plus, David Hasselhoff, Trademark.
Favorite TV Shows:Dunia Dalam berita, Liputan 6 Petang, Seputar Indonesia, The Discovery Channel, Baywatch.
About Me:Saya professor yg pintar, salah satu cendekiawan genius produksi Indonesia, , betrachten Sie meine Zusammenfassung, my resume speaks for itself, saya bekas interim president indonesia semenjak waktu pak Harto lengser (God Bless Him).Ich bin ein Experte, wenn ich Flugzeuge bilde, sekarang saya berdomisili di jerman sebagai penduduk kehormatan, selain pinter bikin pesawat terbang, saya juga multilingual, dulu saya masih terlibat di politik indonesia, sekarang i just like to enjoy my old days here in germany, ich geniesse einen netten Weg im Park mit meinen Enkelkindern...Aufpassen des Sonnenuntergangs...basically menikmati usia senja saya.Who I Want to Meet:Bapak mau ketemu rakyat Indonesia yang baik2 dan ramah, kalo anda mau add bapak, feel free to add bachabibie@yahoo.de to your friendster.berhubung overwhelming messages yang Ich terima di forum friendster ini, saya mohon maaf sebesar2 nya kalo saya tidak sempat membalas private messages saudara2.

25 Mei, 2008

SALAH DIDIK SOAL PANGAN


Kompas edisi Jum'at 23 Mei 2008 mewartakan diskusi di dalam Seminar yang diselenggarakan oleh Puslit Biologi LIPI bekerjasama dengan Plant Resources of South East Asia Association (Prosea) hari Kamis 24 Mei 2008 di IPB Bogor, dengan judul "Sumber Daya Hayati dan Pertanian: Mengapa Potensi Hayati Belum Termanfaatkan?".

Menarik disimak pendapat panelis IPB (Edi Santosa, Departemen Agronomi dan Hortikultura) yang mengatakan ; Krisis pangan dunia akibat masuknya pialang ke bursa komoditas, seharusnya membawa berkah bagi Indonesia, yang keanekaragaman hayatinya luar biasa (megadeversity).

Sejak dicanangkannya Revolusi Hijau (1960), pertanian cenderung fokus pada peningkatan produktivitas pangan primadona yaitu; padi, jagung dan kedelai. Tanaman pangan tradisional seperti "suweg, iles-iles, sagu dan ubi jalar (*telo rambat)" telah diberi stigma negatif yakni kemiskinan dan kemelaratan.

Di Jepang, pendidikan cara makan (shokuiki) di ajarkan sejak abad ke 18 (jaman restorasi Meiji) sampai sekarang. Sehingga timbul rasa malu kalau belum berkarya (belum melakukan pekerjaaan) sudah makan terlebih dahulu, dan hal ini ditandai dengan keluarnya keringat seletelah bekerja keras yang menjadi kebanggaan mereka.

Lain halnya dengan kita, yang justru menyuburkan anekdot "belum makan namanya kalau belum makan nasi", dan bangganya bukan main keluar keringat setelah makan,.....eeehhmm mohon jangan bertanya sudah berkarya/melakukan pekerjaan atau belum saat akan makan.

Seharusnya stigma negatif (dalam pendidikan) tentang bahan pangan pokok segera dihilangkan seperti pembelajaran di Sekolah Dasar yang menyampaikan bahwa "pisang adalah makanan monyet" bahkan saya saat masih anak-anak dilarang makan pisang (gedang ijo) yang ada di bagian tepi tandan (lirang) dengan alasan pisang yang besar itu sudah menjadi haknya si "buto ijo". Wallahualam, siapa si Buto Ijo tersebut.

Menurut panelis lain dalam seminar tersebut (Justika S Baharsyah) kita harus berhati-hati menerapkan kebijakan menggantikan bahan bakar fosil (yang tak terbarukan seperti halnya minyak bumi) dengan bahan bakar terbarukan (biofuel).
Jangan terpeleset lagi biofuel diproduksi dari bahan pangan seperti halnya dari jagung atau singkong, karena hal ini kontradiktif dengan KETAHANAN PANGAN itu sendiri.
Jangan terpeleset lagi membiarkan calo dan tengkulak bergentayangan di dalam kehidupan keseharian petani kita, sehingga saat panen, harga gabah anjlok serendah-rendahnya (sak pol-pole) sedangkan saat musim tanam dan musim semi harga benih serta harga pupuk na'udzubillah mahalnya.

Kita semua tahu hal itu, karena kita pernah sukses mengelola pangan dan memperoleh penghargaan serta dicontoh oleh banyak bangsa lain di dunia (era Wijoyonomic di awal Orde Baru), akan tetapi mengapa kita "tak mampu/tak mau" mengulangi kesuksessan itu (tanpa harus mengulangi kekurangannya)?.
Itulah pertanyaan orang awam terhadap perubahan politik, lho.... kalau begitu kita harus berkorban demi pilihan politik?, apakah memang kita sudah siap makan politik saja? .
Demi harga diri sebagai konsekuensi kesepakatan WTO? waaah kalau yang ini ada cuplikan beritanya sebagai berikut;
Lee Kyung Hae Ketua Kelompok Tani Korea Selatan, rela mati diujung bayonet Petugas Keamanan Mexico, saat dirinya melakukan protes keras terhadap berlangsungnya Konferensi Internasional WTO, di Cancun 10 September 2003 yang lalu. Mengapa? karena protes kerasnya terhadap kebijakan WTO yang tidak berpihak kepada petani miskin tidak pernah digubris.
Mengapa suara petani miskin tidak digubris WTO? berikut cuplikan tulisan dari pemerhati WTO : Telah terjadi ironi bagi negara berkembang anggota WTO, karena negara harus tunduk menjalankan kuwajiban di bawah WTO, akan tetapi perusahaan-perusahaan swasta multinasional-lah yang lebih menikmati keuntungannya. Demi kepentingan perusahaan raksasa lintas negara itulah pemerintah negara berkembang terpaksa mengikuti perundingan keras peraturan global, dan sangat mungkin mengorbankan kepentingan rakyat kecil atau petani miskin (Hira Jhamtani, 2005)
Dan saya yakin hal itu tidak dilakukan oleh pengambil kebijakan di bidang ekonomi, perdagangan dan pertanian demi gengsi, karena .......hanya "pendidikan dan kepedulian" beliau yang bisa menjawab!.
Menutup tulisan ini perkenankan saya menuliskan kembali syair lagu yang selalu kita nyanyikan saat di sekolah dulu (kok jadi sentimentil gini yaah) ;
TANAH AIR
Tanah Air ku tidak kulupakan
Kan terkenang sepanjang hidupku
Walaupun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai Kau kan kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyur permai di kata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanahku tak kulupakan
Kau kan kubanggakan.

Sekali lagi "Wallahualam bissawab" yang mana saja yang salah didik soal pangan.


sumber: al. Kompas, Mei 2008, http://alumnisma1kediri69.blogspot.com/

23 Mei, 2008

BANGKITLAH PEMUDAKU!


Sebegitu besar dan pentingnya peranan anak muda di dalam melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik, telah direkam oleh sejarah bangsa ini, sejak merintis kemerdekaan di tahun 1908 sampai pada mereformasi arah pengisian kemerdekaan di tahun1998.
Tak heran bila Bung Karno lebih memilih menggenggam kekuatan bara api semangat seribu pemuda yang akan beliau gerakkan untuk memindahkan gunung Semeru (Mahameru) ke tempat Indonesia sejahtera, adil dan makmur.
Dan sekarang di saat seratus tahun "awal babak baru" kebangkitan kita sebagai bangsa merdeka (20 Mei 1908 - 20 Mei 2008)kembali kita HARUS BANGKIT UNTUK MEMERDEKAKAN PIKIRAN KITA DARI BELENGGU KETIDAKFAHAMAN AKAN ARTI "MERDEKA".
Perkenankan saya mengutip ucapan Deddy Miswar melalui layar kaca RCTI yang diputar berulang sejak 20 Mei 2008 pukul 21.05 wib, berupa URAIAN KATA INDAH SEKALIGUS HEROIK, BAHKAN MENGGELITIK nurani anak bangsa yang faham akan arti "MERDEKA" sebagai berikut;
Bangkit itu susah, susah melihat orang susah , senang melihat orang senang.
Bangkit itu takut, takut korupsi, takut makan yang bukan haknya.
Bangkit itu mencuri, mencuri perhatian dunia dalam prestasi.
Bangkit itu marah, marah bila martabat bangsa diinjak.
Bangkit itu tidak ada, tidak ada kata menyerah, tidak ada kata putus asa.
Bangkit itu malu, malu menjadi benalu, malu karena minta melulu.
Bangkit itu aku, untuk bangsaku.
* dan....Bangkit itu berbuat, berbuat sesuatu untuk mewujudkan secara nyata cita-cita bangsa merdeka yang benar-benar menikmati kesejahteraan bangsanya secara merata!.
Selamat pemudaku, selamatkan bangsa ini dengan gelora semangatmu untuk merdeka!.
Cijantoeng Tiga Jakarta, medio Mei 2008

21 Mei, 2008

PIDATO HARDIKNAS 2008

Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2008, berikut saya tampilkan secara utuh transkrip pidato Presiden Republik Indonesia saat berada di Kampus Universitas Airlangga, Senin 12 Mei 2008.
Sebagai alasannya yang pertama isi pidato tersebut menyangkut pemikiran srategik tentang arah pendidikan kita ke depan yang sangat perlu kita ketahui bersama, dan yang kedua (tentu karena) Universitas Terbuka (UT) menjadi bagian dari pidato tersebut yang memperoleh apresiasi dari Presiden Republik Indonesia. Ini membuktikan bahwa Presiden mencantumkan UT di dalam pidato strategiknya, karena beliau tahu serta faham tentang kredibiltas UT di banding Open University lainnya di tingkat dunia!. Dan yang ketiga karena di dalam pidato tersebut tertuang secara terbuka kebijakan publik serta responsibility pihak pemegang mandat rakyat, dalam upaya-upaya untuk mengatasi permasalahan bangsa.
Sudah tidak sabar ingin membacanya?, berikut kutipan dari sumber aslinya http://www.presidensby.info/. "Selamat menikmati".

TRANSKRIPSI
SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2008 UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
12 MEI 2008

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Yang saya hormati Saudara Menteri Pendidikan Nasional, beserta para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para unsur Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia,
Saudara Gubernur Jawa Timur dan para Pimpinan, serta Pejabat yang bertugas di Jawa Timur, baik dari unsur Eksekutif, Legisatif, Yudikatif maupun TNI dan POLRI, para Gubernur, Bupati dan Walikota yang turut hadir pada acara ini, para Pimpinan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pimpinan Badan-badan Usaha Milik Negara,
Yang saya hormati para Saudara Rektor Universtas Airlangga dan para Pimpinan Perguruan Tinggi, Lembaga Pendidikan yang hadir pada acara ini,
Yang saya muliakan para Sesepuh dan para Pejuang Pendidikan, para Maha Guru, para Dosen, para Guru yang saya cintai, para Mahasiswa, para Siswa yang saya sayangi,
Hadirin sekalian yang berbahagia dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air dimana pun Saudara berada yang mengikuti acara kita hari ini melalui tayangan televisi yang saya cintai dan saya muliakan,
Pada kesempatan yang baik dan semoga senantiasa penuh berkah ini, marilah sekali lagi kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena kepada kita semua masih diberi kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, karya kita, serta tugas dan pengabdian kita kepada bangsa dan negara tercinta. Kita juga bersyukur hari ini dapat bersama-sama memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2008.

Saya menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Prof. DR. Bambang Sudibyo tadi, Menteri Pendidikan Nasional, pemilihan Jawa Timur sebagai tuan rumah Hardiknas tahun ini tepat, karena Jawa Timur adalah Provinsi yang berprestasi dalam pembangunan pendidikan. Penunjukan Universitas Airlangga untuk menjadi tuan rumah dalam acara Peringatan Hardiknas kali ini juga tepat, karena setelah saya berkunjung 8 bulan yang lalu, hari ini saya mendapatkan penjelasan universitas ini terus membangun diri menjadi salah satu pusat keunggulan yang membanggakan.

Saudara-saudara, Hadirin sekalian yang saya cintai,
Kalau tadi Mendiknas menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berprestasi di akhir sambutan beliau. Saya akan memulai sambutan ini dengan terlebih dahulu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejuang-pejuang pendidikan yang telah bekerja keras meningkatkan pendidikan kita. Pertama-tama atau saya mulai dari ucapan terima kasih dan penghargaan saya kepada Saudara Mendiknas dengan semua jajaran pemerintahan pusat dan daerah yang terus berupaya dan bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Yang kedua, kepada para Pemimpin Daerah, Gubernur, Bupati, Walikota yang juga menunjukkan prestasi yang tinggi hingga hasilnya makin dirasakan. Saya juga berterima kasih kepada para Pimpinan Daerah karena memiliki kemampuan telah mencapai 20% anggaran pendidikan yang digunakan untuk meningkatan pendidikan di daerahnya masing-masing. Saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para siswa, pelajar yang meraih prestasi yang gemilang dan membanggakan dalam berbagai kompetisi, baik di dalam maupun di luar negeri. Setiap kali putra-putri Indonesia meraih prestasi, medali emas atau penghargaan yang sederajat, maka setiap kali itu pula, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di seluruh dunia, Merah Putih berkibar di tempat-tempat itu. Ini sungguh membanggakan. Kalau pelajar dari Republik Rakyat Tiongkok bisa, kita juga harus bisa.
Sering disebut-sebut pelajar dan mahasiswa dari India dan dari Singapura sering mencetak prestasi yang tinggi, Indonesia juga harus bisa. Dan ini telah kita buktikan. Berlomba-lombalah dalam berprestasi, dalam mengharumkan nama bangsa kita, dalam meningkatkan citra Indonesia di luar negeri. Saya senang mendengar kelompok musik kita menjuarai kejuaraan musik internasional berkali-kali. Saya senang pemain bola voli Indonesia menjuarai pertandingan SEA Games beberapa saat yang lalu, dan sejumlah prestasi yang dapat diukir oleh kita semua. Sekali lagi, majulah terus, ukirlah prestasi karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, putra-putrinya memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan putra-putri bangsa manapun juga.
Saya juga berterima kasih kepada lembaga-lembaga pendidikan, universitas yang juga telah masuk peringkat world class university, ini membanggakan, termasuk Universitas Terbuka. Lima, sepuluh tahun mendatang, saya ingin jumlahnya lipat dua kali dan insya Allah ini bisa, kalau sama-sama kita perjuangkan. Dan ucapan terima kasih serta penghargaan juga saya sampaikan, dan ini yang sangat penting adalah kepada para guru yang bertugas di daerah terpencil, para guru yang bertugas di pulau-pulau terdepan, para guru yang bertugas di daerah perbatasan, para guru yang bertugas di daerah tertinggal, termasuk para Camat dan Kepala Desa yang mengemban misi di daerah-daerah itu dan termasuk pula para tutor untuk pendidikan non formal. Mereka adalah pahlawan dan pejuang-pejuang pendidikan yang sejati.

Hadirin yang saya muliakan,Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai,
Hardiknas Tahun 2008 ini memilih tema, ”Hardiknas sebagai bagian dari peringatan 1 abad kebangkitan bangsa”. Saya nilai pemilihan tema ini tepat, benar, dan relevan dengan semangat bangsa, semangat kita untuk terus membangun hari esok yang lebih baik. Tanggal 20 Mei yang akan datang, insya Allah saya akan menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam kapasitas saya sebagai Kepala Negara. Dalam pidato itu akan saya ingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa ke depan kita harus meningkatkan upaya membangun kemandirian bangsa, daya saing bangsa, dan peradaban bangsa yang terhormat. Tiga hal itu sangat penting, sangat fundamental dalam kehidupan bangsa kita.
Kemandirian.
Kita ingin makin ke depan dengan sumber daya yang kita miliki, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, infrastruktur, pengalaman membangun, warisan sejarah dan lain-lain. Kita akan menjadi bangsa yang lebih mandiri, bangsa yang saya istilahkan self generating, self developing nation. Mari kita betul-betul meningkatkan kemandirian kita.
Kedua, daya saing.
Kalau kita ingin menang dalam era globalisasi, kita harus memiliki daya saing yang tinggi. Kalau kita ingin menjadi bangsa yang maju, developed country, developed nation, maka kita harus memiliki critical mass, lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi. Mengapa? Kebijakan dasar kita di bidang pendidikan, grand policy kita adalah kita meratakan pendidikan bagi semua putra-putri bangsa tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tidak mampu, agar memiliki kemampuan pangkal, bisa memilih profesi dan menjalani kehidupannya untuk hidup lebih layak. Ini adalah persoalan keadilan, justice, pendidikan bagi semua. Namun yang kedua, agar bangsa Indonesia betul-betul menjadi bangsa maju, sekali lagi kita memerlukan the critical mass, satu lapisan anak bangsa yang memiliki keunggulan. Dengan demikian, bisa menarik bangsa kita, membangun masyarakat maju, advanced society, masyarakat berpengetahuan, knowledge based society, dengan demikian menjadi negara maju pada abad 21 ini bukan hanya mimpi belaka, tetapi merupakan tujuan yang dapat kita wujudkan bersama. Jangan kita menjadi bangsa yang permisif, jangan menjadi bangsa yang lunak terhadap diri kita sendiri. Bangsa yang permisif terhadap dirinya, termasuk dalam dunia pendidikan, bangsa yang lunak, tidak akan pernah berhasil menjadi bangsa yang maju.
Yang ketiga, bersamaan
Dengan 1 abad Kebangkitan Nasional, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia juga untuk betul-betul membangun peradaban bangsa yang terhormat, peradaban bangsa yang mulia, civilization yang baik. Mari kita pertahankan, kita bangun dan lestarikan nilai dan jati diri bangsa Indonesia yang baik. Mari kita pertahankan, kita bangun terus karakter atau watak bangsa Indonesia yang makin baik, agar makin ke depan bangsa kita makin dihormati oleh bangsa-bangsa yang lain. Itu semua dapat dibangun melalui pendidikan nasional, pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya. Saudara-saudara, oleh karena itu, di berbagai kesempatan, saya senantiasa mengingatkan akan tujuan pendidikan yang kita jalankan dewasa ini.
Ada 2 tujuan kembar dalam pelaksanaan pendidikan yang kita laksanakan.
Pertama, bagaimanapun kita harus men-transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, agar manusia Indonesia menjadi manusia yang berkemampuan dan unggul. Tetapi jangan lupa, tujuan kembar yang satunya lagi ("yang kedua") adalah kita ingin membentuk nilai dan karakter bangsa yang unggul, bangsa yang memiliki semangat dan etos kerja, bukan bangsa pemalas, bukan bangsa yang mudah menyerah. Kita juga ingin membangun karakter bangsa yang tangguh, yang ulet, yang sanggup menghadapi berbagai persoalan, ujian dan tantangan. Kita juga ingin membangun karakter bangsa yang memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu yang tinggi, intellectual curiosity, yang akhirnya melahirkan manusia-manusia yang kreatif dan inovatif. Dan tidak kalah pentingnya, kita ingin melalui pendidikan di berbagai tingkatan, di berbagai jenis, kita ingin meningkatkan karakter manusia Indonesia yang rukun satu sama lain, sayang-menyayangi satu sama lain, memiliki toleransi dan dapat hidup secara harmonis dengan saudara-saudaranya di seluruh tanah air. Itulah tujuan kembar dari pendidikan yang kita laksanakan. Itulah hakekat dari character building yang harus terus kita lanjutkan di negeri tercinta ini.
Oleh karena itu bagi para pengelola pendidikan, para pimpinan perguruan tinggi dan sekolah-sekolah, para guru besar, pada dosen, para guru, semua haruslah terus-menerus memastikan bahwa sistem pendidikan kita tepat dan benar, kurikulumnya pun cocok, metodologi, termasuk sistem evaluasi juga kena dan semua aspek yang bisa betul-betul menghasilkan anak didik yang pandai, berdaya saing dan yang berkarakter kuat, bermental tangguh. Itulah yang terus-menerus harus kita jalankan.
Kita ingat agar arah pendidikan nasional selalu tepat sasaran.

Saudara-saudara,
Sebagaimana yang disampaikan oleh Saudara Mendiknas tadi, sebagaimana pula yang sering saya sampaikan di berbagai kesempatan, bahwa sasaran riil, sasaran konkret dalam pembangunan pendidikan 5 tahun terakhir ini adalah dengan kemampuan yang ada, kita ingin pendidikan kita makin bermutu, makin berkualitas, kita ingin pendidikan kita makin bisa dijangkau, kita ingin pendidikan kita makin ke depan justru makin murah dan yang miskin gratis. Itulah tujuan dan sasaran yang terus kita upayakan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan penerimaan negara, sejalan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kita tingkat pusat maupun tingkat daerah. Mari terus kita lanjutkan reformasi dan pembangunan di bidang pendidikan. Mari terus kita lakukan upaya meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk kualitas dan kapasitasnya. Mari terus kita lakukan upaya, pusat dan daerah meningkatkan prasarana dan sarana pendidikan. Sejalan dengan kemampuan kita, mari terus kita tingkatkan anggaran pendidikan. Kita ingin terus memperingan biaya pendidikan, sebagaimana disampaikan tadi program BOS dan BOS untuk buku, bantuan khusus untuk murid, bantuan operasional untuk manajemen mutu, beasiswa dan lain-lain.
Alhamdulillah, sudah 70,3% murid SD, SMP atau pendidikan keagamaan yang setara dapat kita bebaskan dari pungutan operasional sekolah. Tentu kita ingin, kita tambah, kita perluas dan kita perbesar. Ini wujud nyata dari kecintaan kita, kepedulian kita, keseriusan kita dalam dunia pendidikan. Saya mengajak Saudara bersama-sama melanjutkan ini semua, mengatasi masalah, mencari terobosan-terobosan, dan mengembangkan kebijakan dan langkah-langkah yang tepat.

Hadirin sekalian yang saya hormati,Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai,
Sebelum saya mengakhiri sambutan ini, tadi malam saya menerima dokumen atau usulan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga yang ditandatangani oleh Saudara Adri Suyanto, yang berjudul “Dari mahasiswa untuk solusi permasalahan bangsa”. Proposal itu, pikiran itu, saya baca dengan seksama. Atas semuanya itu, saya berikan respon sebagai berikut, Yang pertama, setelah saya baca 2 kali paper itu, maka saya menangkap semangat, ketulusan dari kaum mahasiswa untuk mengkritisi kehidupan negaranya, termasuk untuk menyampaikan gagasan dan solusi. Dalam pengantarnya bahkan disebutkan, mahasiswa tidak ingin terjebak dalam politik partisan, kecuali mengangkat idealisme, menyuarakan kepentingan yang berlaku bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Saya berikan penghargaan yang tinggi terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa Unair dan saya baca konon juga menjadi pikiran dari Badan Eksekutif Mahasiswa perguruan-perguruan tinggi yang lain. Dalam pokok-pokok pikiran itu ada 7 isu yang diangkat. Tujuh-tujuhnya saya anggap permasalahan penting, sesungguhnya tujuh-tujuhnya itu pula yang menjadi agenda, kebijakan, dan langkah-langkah Pemerintah dan Non Pemerintah untuk mengatasinya. Tidak semua persoalan di negeri ini menjadi kewenangan Presiden, ada yang menjadi tugas dan kewenangan lembaga-lembaga lain, misalnya Legislatif, Yudikatif, dan sebagainya. Tentu saja Lembaga Eksekutif, Pemerintah memiliki peran yang paling luas untuk mengelola kehidupan di negeri kita ini.
Tujuh isu yang diangkat adalah BEM Unair ingin aset-aset strategis, sumber-sumber daya alam, tambang, energi dan sebagainya itu betul-betul dikelola dengan baik untuk sebesar-besar kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia. Itulah sebabnya kita menertibkan apa yang sedang kita kelola ini, tentu ada perjanjian-perjanjian, kontrak-kontrak yang telah terjadi berpuluh-puluh tahun sejak pemerintahan-pemerintahan yang terdahulu, manakala itu semua masih cocok, tentu harus kita lanjutkan. Apabila ada yang tidak adil, harus kita lihat bersama-sama bagaimana lebih adil lagi. Yang jelas sekarang ke depan dalam mengelola sumber daya alam itu, baik oleh putra-putri bangsa maupun dalam kerjasama dengan negara-negara sahabat mesti kita pastikan harus membawa sebesar-besar untuk keuntungan rakyat kita. Saya minta dukungan dari semua untuk memastikan itu terjadi.
Isu yang kedua, diangkat kasus BLBI dan kasus korupsi. Itu juga menjadi agenda Pemerintah, mana yang wilayah Pemerintah, mana yang wilayah pengadilan, mana yang wilayah Kejaksaan, Kepolisian, mana yang wilayah KPK, kita sama-sama hormati sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Tetapi yang jelas, pemberantasan korupsi, penegakan hukum dan keadilan terus kita jalankan. Saya pun minta dukungan dan kontrol dari Saudara-saudara semua.
Isu yang ketiga, diinginkan pendidikan dan kesehatan terus dilakukan, makin berkualitas, makin terjangkau dan makin bisa dipenuhi pembiayaannya. Itu juga menjadi agenda kita. Sangat sering saya jelaskan program-program itu.
Isu yang keempat, pangan dan energi. Saya setuju 100% dan itu yang sedang kita jalankan, meningkatkan ketahanan energi, meningkatkan produksi pangan, mengingat keadaan dunia sering tidak bersahabat, sebagaimana yang kita alami sekarang ini.
Kemudian dikatakan isu kelima, kebutuhan pokok rakyat hendaknya bisa dipenuhi, termasuk harga yang terjangkau. Itulah yang sedang kita lakukan ketika harga pangan meroket, harga minyak meroket, bagaimana kita mencari solusi agar bahan-bahan pokok itu tetap ada dalam persediaan dan kemudian harganya bisa dijangkau. Kebijakan stabilisasi harga yang dilakukan Pemerintah dengan mengeluarkan dana bertrilyun-trilyun tujuannya tiada lain, agar harga itu meskipun dunia harganya menggila, kita tidak mendapatkan beban yang terlalu berat.
Yang keenam, reformasi birokrasi dan pemberantasan mafia peradilan. Saya setuju, mari kita jalankan, ini berlaku bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, berlaku bagi Lembaga Eksekutif, Yudikatif dan lembaga-lembaga yang lain.
Dan yang terakhir, ketujuh adalah lingkungan. Saya sudah sampaikan berkali-kali, mari kita selamatkan lingkungan, Indonesia dulu baru bersama-sama menyelamatkan dunia. Mari kita hijaukan, cegah penggundulan, berantas illegal logging dan berbagai tindakan yang merusak lingkungan hidup kita.
Itu semua adalah untuk generasi yang akan datang, untuk anak cucu kita, untuk masa depan Indonesia yang sama-sama kita cintai.

Hadirin sekalian, Saudara-saudara,
Saya sudah merespon 7 hal itu, teruskan para mahasiswa untuk terus berkontribusi, memberikan pandangan-pandangan yang kritis, apalagi dengan solusi seperti itu dan tetaplah bersifat non partisan, pertahankan idealisme dan tidak perlu terjebak dalam politik kekuasaan, sebagaimana yang Saudara cantumkan dari tadi dalam proposal yang disampaikan kepada saya.

Demikianlah Saudara-saudara, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada insan pendidikan atas Hari Pendidikan Nasional Tahun 2008 ini. Mari kita lanjutkan perjuangan kita, meningkatkan pembangunan pendidikan, membangun manusia unggul menuju masa depan Indonesia sebagai bangsa yang maju, adil, dan sejahtera. Sekian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
*****Biro Pers dan MediaRumah Tangga Kepresidenan

18 Mei, 2008

FUTURE SCHOOL SINGAPORE


Tahun lalu (Mei 2007), saat diminta menjadi moderator pada Seminar Upaya Peningkatan Mutu Sekolah Bertaraf Internasional di Balai Kartini Jakarta, Saya sudah mengingatkan teman-teman pelakon pendidikan internasional, bahwa Singapura tidak tinggal diam setelah banyak calon siswa mereka yang berasal dari Indonesia beralih ke program pendidikan bertaraf internasional di dalam negeri.Salah satu upaya Singapura waktu itu adalah meninggalkan standar mutu internasional "CAMBRIDGE" yang digunakan oleh sekolah-sekolah kita di dalam negeri, dengan standar baru Singapura yang di desain memiliki keunggulan di atas standar CAMBRIDGE.
Dan seperti biasa reaksi teman-teman peserta seminar dan pelakon Sekolah Internasional yang hadir ternyata "tidak bereaksi, bahkan nyaris EGP (Emang Gua Pikirin), atau lebih pantas ditulis disini sebagai omongan orang aneh". Bagi saya perlakuan seperti itu sudah menjadi kebiasaan, karena seringnya pikiran saya dianggap aneh-aneh dan tidak dipahami. Sebagai contoh adalah ceramah saya di Aula Masjid Dinas Dikmenti Provinsi DKI Jakarta tahun 2005, dihadapan para Kepala-kepala SMA Negeri se Jakarta, saya mengungkapkan perkembangan ekonomi yang spektakuler dari China dan India sebagai dampak positif kontribusi pembangunan sektor pendidikan yang juga sangat maju. Saat itu tidak satupun seorang peserta seminar/ceramah yang tertarik untuk menanggapinya, bahkan ada yang bergumam apa hubungannya tugas Kepala Sekolah dengan kemajuan ekonomi dan pendidikan China dan India?. Sungguh saya memang harus lebih banyak lagi belajar..."bersabar"...untuk menunggu, atau memang apa yang ada di benak saya saat itu salah tempat dan salah waktu.

Hari ini ( Sabtu, 17 Mei 2008) saya memperoleh informasi Koran SINDO yang merilisnya dari salah satu Media Corp Singapura yaitu surat kabar ToDAY (www.todayonline.com) tentang SEKOLAH MASA DEPAN di SINGAPURA yang sudah pernah saya dengar dan ketahui sejak tahun 2005 melalui seorang pembicara tamu dari Singapura (Pak Chong) dengan informasinya tentang IDE CENTRE sebagai induk dari Technoprenership yang sedang berkembang saat itu.SEKOLAH MASA DEPAN yang sedang digarap di Singapura, merupakan sekolah yang berbasis ICT (Information Communication and Technologi) secara riil. Artinya seorang pembelajar akan terfalitasi kebutuhan belajarnya dengan sarana ICT yang ada, seperti halnya berkomunikasi langsung via internet dengan pakar sains biologi saat sang pembelajar berada di Kebun Binatang sambil secara aktif melaporkan aktivitas pengamatannya melalui note-book komputer yang ada di tangannya, sementara pembelajar yang berhalangan hadir mengikuti studi ekskursie di lapangan, dapat menggunakan fasilitas ICT sehingga seolah-oleh dirinya juga sedang berada di hutan atau kebun binatang sebagai "habitat" dari objek biologi yang dipelajari.
Ruang Kelas disini bisa secara mendadak berubah menjadi "hutan virtual" sehingga siswa dapat meneliti spesies yang tidak pernah mereka temukan di dalam lingkungan rumah mereka, serta mendiskusikannya (via internet) bahkan dengan para ahli klasifikasi hewan maupun tumbuhan sekalipun. Inilah yang disebut dengan Kelas Empat Dimensi dari Sekolah Masa Depan. Kelas yang mampu memfasilitasi praktikum kimia, tanpa bahan kimia dan tanpa takut terjadi kerusakan atau ledakkan sebagai akibat kesalahan reaksi, karena dilakukan secara "maya" melalui tangan-tangan yang aktif memegang "gambar/bayangan" peralatan kimia (tabung reaki, pipet, corong, erlen meyer, statif, pipa ukur), lengkap dengan perubahan warna hasil reaksi serta simulasi asap serta bau yang ditimbulkannya. Laboratorium yang didukung oleh solusi teknologi bagi berlangsungnya PEMBELAJARAN KREATIF memang didesain sebagai laboratorium dengan fungsi multi-sensor disertai fasilitas ICT yang dapat meniru berbagai macam lingkugan yang dibutuhkan pembelajar, sudah dapat dinikmati oleh para siswa mulai akhir tahun 2008 ini. Tak kurang dari 4 Konsorsium Internasional melibatkan diri ke dalam mega proyek spektakuler ini seperti Hewlett-Packard dari Inggris, Sing Tel, ST Technologies dan CIVICA, dengan biaya tak kurang dari $ 80 juta Singapura. Proyek ini sedang dipersiapkan di 5 Future School yaitu Beacon Primary, Canbera Primary, Cresent Girl's School, Hwa Chong Institution dan Jurong Secondary, termasuk pelatihan bagi para Guru yang akan siap melayani proses pembelajaran secara profesional.Salah satu pejabat pada Kementerian Pendidikan Singapura, DR.Koh Thiam Seng mengatakan "ICT akan menghapuskan kendala sekat 4 sisi dinding kelas di sekolah dengan peluang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar siswa melalui fasilitasi secara utuh" (holistic).
Sebelum tahun 2005, saya pernah meminta kepada pihak-pihak di sekolah untuk berani melakukan perubahan layanan laboratorium konvensional IPA dengan "VIRTUAL LAB" melalui ruang audio visual dengan bermodalkan hard-ware in-focus dan PC Computer dan soft-ware praktikum IPA di sekolah.Kelebihan virtual lab antar lain keleluasaan manipulasi serta keamanan bekerja serta murahnya biaya yang terbebas dari bahan kimia (yang sangat mahal harganya).
Salah satu kelemahannya adalah rendahnya aktivitas kinestikal sebagai dapat dominasi penggunaan jari-jari diatas keyboard komputer, namun sekarang sudah dapat tereduksi dengan aktivitas maya model "touchscreen" pada gambar/bayangan objek benda yang dipegang atau digerakkan.

Kalau saat ini ratio penggunaan komputer di sekolah kita baru pada posisi 1:20.000 maka dalam waktu singkat kita berupaya merubahnya (secara spektakuler??) menjadi 1:20, walaupun negara miskin di Afrika seperti Nigeria dan Rwanda sudah memulai proyek ONE LAPTOP PER CHILD (OLPC).
OLPC (satu laptop untuk setiap anak) atau The Children's Machine atau XO-1 atau Laptop $100 adalah sebuah program penyediaan laptop dengan harga terjangkau untuk anak-anak di seluruh dunia, khususnya anak-anak di negara berkembang, dengan harapan bahwa mereka dapat mengakses pengetahuan dan pendidikan modern melalui ICT, sehingga tidak terjadi KESENJANGAN DIGITAL. Dikemudian hari OLPC menjadi nama dari sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk oleh anggota MIT Media Lab. Organisasi ini bertugas mendesain , membuat dan mendistribusikan laptop yang dimaksud. Program ini diprakarsai oleh Nicholas Negroponte.Laptopnya sendiri berupa komputer mini yang membutuhkan tenaga sangat minim, menggunakan flash memory menggantikan hardisk, serta menggunakan linux sebagai sistem operasinya basicnya. Dalam perkembangan terakhir, Produsen software terbesar di dunia Microsoft Corp telah memodifikasi sistem operasi Windows XP sehingga dapat dijalankan pada laptopXO buatan yayasan OLPC(semula laptop XO hanya dioperasikan dengan sistem open source SUGAR yang berbasis LINUX dengan alasan biaya/harga) LaptopXO dilengkapi dengan Mobile ad-hoc networking yang akan digunakan untuk memungkinkan beberapa laptop dapat mengakses internet secara bersama-sama dari satu akses internet saja.LaptopXO OLPC ini akan dijual kepada pemerintah-pemerintah negara berkembang yang berminat (namun ternyata AS juga memesannya) yang kemudian akan dibagikan secara cuma-cuma kepada setiap anak di sekolah. Harga awal diharapkan berkisar US$135-140 (sekitar Rp 1.200.000,- dengan kurs Rp 9000/US$ 1) dan ditargetkan bisa mencapai US$100 (sekitar Rp 900.000,- dengan kurs Rp 9000/US$ 1) pada tahun 2008.
Pada Februari 2007, Quanta Computer, sebagai kontraktor pembuat proyek mengatakan bahwa mereka sudah mengkonfirmasi pesanan untuk satu juta unit di beberapa negara pemesan. bahkan mereka mengindikasikan bisa mengirim lima juta hingga 10 juta unit dalam waktu 1 tahun karena tujuh negara sudah berkomitmen untuk membeli XO-1 untuk anak-anak sekolahnya.Negara-negara itu adalah Argentina, Brazil, Libya, Nigeria, Rwanda, Thailand dan Uruguay. Namun pemerintahan junta militer Thailand membatalkan partisipasi negaranya . setelah mereka mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer pada tahun 2006.
Tahun 2008 pesanan laptopXO berkembang menjadi lebih luas, mencakup negara-negara seperti :Argentina ,Brazil ,Kamboja ,Costa Rica ,Republik Dominika ,Mesir ,Libya ,Nigeria Pakistan ,Rwanda ,Tunisia Amerika Serikat (terutama negara bagian Massachusetts dan Maine) dan Uruguay.

Karena proyek OLPC menggunakan prosesor Geode buatan AMD, maka Intel memutuskan untuk menciptakan Classmate PC yang mengusung prosesor Celeron sebagai kompetitornya. Prototipe laptop ini menggunakan layar LCD berukuran 7 inci. Classmate PC berbeda dengan OLPC. Classmate menyertakan modul TPM (Trusted Platform Module) dari Infineon Technologies yang memungkinkan pemasangan sistem operasi Windows XP Embedded dari Microsoft. Di sinilah letak perbedaan tujuan kedua proyek besar itu.
Proyek Classmate dimaksudkan untuk menyediakan teknologi paten tanpa kompromi yang dapat digunakan untuk memasuki lingkungan komputasi lebih tinggi (kebanyakan berbasis Windows, sedangkan OLPC bertujuan memperkenalkan anak-anak kepada sebuah lingkungan perangkat lunak open-source yang gratis dan bisa dimodifikasi sendiri sesuka hati mereka).
Intel memgumumkan bahwa mereka sedang mendiskusikan nota kesepahaman dengan pemerintah Meksiko untuk menyuplai 300.000 laptop. Seakan tidak mau kalah, pemerintah Brazil juga sedang mempertimbangkan pembelian Classmate PC atau OLPC. Pemerintah Brazil menegaskan bahwa mereka akan tetap menggunakan sistem operasi berbasis Linux, tidak peduli laptop apa yang akhirnya dipilih. Intel juga sudah memastikan akan mengirim laptop ini dengan bundel sistem operasi Mandriva Linux.

Lalu kapan Indonesia melibatkan diri dalam program tersebut, mengingat sekolah masa depan kita juga tak akan mungkin menghindar dari ICT?.
Terserah bagaimana kita mensikapinya, apakah tetap terdiam dan terpaku karena ketidak fahaman, atau memang sudah menjadi hobby menurun yang lebih senang menonton saja.

Ya Ampuuuuuun.....geregatan sendiri aku!!!!

15 Mei, 2008

SUSUNAN PENGURUS IKA UT JAKARTA

SUSUNAN PENGURUS WILAYAH JAKARTA
IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA (IKA UT-JAKARTA)
MASA BAKTI 2006 – 2010

Ketua : Drs. DARSANA SETIAWAN, M.Si./ Email : darssetia@yahoo.co.id
Wakil Ketua : RIYANTO, SE/Email : ryandjpln@yahoo.com
Sekretaris : J. TRIWIYANTO, SE / Email :
cri_tri@telkom.net
Wakil Sekretaris : SUMIYATI, S.Sos./Email : yati_id@mediabanc.info
Bendahara : Dra. ENDANG PUDJO
Wakil Bendahara : WIDIASTUTI, SE
SEKSI-SEKSI :
A. Seksi Organisasi & Kelembagaan :
1. Drs. Dwi Djaya, MPd.
2. Sarono, SE, MM
B. Seksi Pendidikan, Ilmu & Teknologi :
1. Dra. Tabhita, M.Si
2. Drs. Agus Pribadiono,SH,MH
3. Erwan,SE
C. Seksi Usaha :
1. Dra. Rumiyati
2. Ir. Agus Junaedi, SE
3. Dapit A.L,SE
D. Seksi Pengembangan Profesi & Penerapan Ilmu
1. Drs. Abdul Hamid, M.Si
2. Dra. Yang Faria Childa, M Sc.
3. Choisah Effendi, S.Si, MM
E. Seksi Humas :
1. Sri Minanti P.N., S.IP
2. Rohman Bahari,S.Sos
3. Yahya, SE
F. Seksi Pengabdian Masyarakat & Sosial :
1. Drs. E. Sunarya
2. Abni Warahana, S.Sos
G. Seksi Olah Raga & Kesehatan; Seni & Budaya
1. Natim, S.IP
2. Yosi Susanto, SE

13 Mei, 2008

PRESIDENTIAL LECTURE FEATURING BILL GATES CHAIRMAIN MICROSOFT CORPORATION


Saya sempat menonton langsung via chanel TVone tayangan kegiatan KULIAH KEPRESIDENNAN tersebut, namun setelah saya membuka berbagai laporan kegiatannya via internet, saya tertarik untuk mengcopy berita yang berasal dari http://www.ipb.ac.id disertai editing disana-sini sehingga lebih enak dibaca dan mungkin perlu (bagi yang ingin tahu) ;
Sekitar 1400 peserta undangan hadir pada kuliah umum dalam ajang Presidential Lecture yang menampilkan Bill Gates, Presiden Microsoft Corporation di Jakarta Convention Center Jum'at (9/5/2008), yang diawali dengan presentasi Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyuno. Dari kalangan mahasiswa, hadir pula berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari UI, ITB, ITS, dan lain-lain serta berbagai kalangan pemerintah, CEO-pimpinan perusahaan, maupun dari para wakil asosiasi bisnis. Mengambil judul presentasi "The Second Digital Decade", Bill Gates dengan penuh semangat menyampaikan perkembangan teknologi informasi dunia dalam pengaruhnya terhadap kehidupan masa depan umat manusia, di bidang hiburan, pendidikan, reaseach dan medis. Banyak contoh yang dibawakan Bill Gates dalam presentasinya dan salah satunya adalah ketika bercerita tentang anak perempuannya yang sedang bersekolah dengan selalu membawa PC (notebook). "Anak saya kerap mengirim e-mail untuk bercerita tentang kejadian sehari-harinya dan mengirimkan nilai yang diperolehnya," ujar Bill Gates. Selain itu beliau juga bercerita tentang keinginannya untuk dapat memvideokan kuliah para profesor di dunia dan selanjutnya di on line kan ke internet, sehingga semua mahasiswa bisa belajar dari pakar kelas dunia dimanapun dia berada . Khusus di Indonesia yang sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian, Bill Gates menggambarkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi (TI) dapat membuat bidang pertanian Indonesia menjadi lebih maju. Bill Gates menyampaikan bahwa melalui penyebaran TI, informasi pertanian dapat dengan mudah diterima oleh seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau. Salah satu kejadian yang membuat para peserta 'kuliah umum' terkesan adalah ketika Bill Gates mendemokan software astronominya yang diberi nama microtelescope. Microtelescope memungkinkan kita berimaginasi dengan keaadaan luar angkasa. Dalam demo tersebut ditampilkan bagaimana kita mampu menjelajah isi galaksi disertai dengan tampilan-tampilan yang menarik. Bahkan, seorang anak SD pun terlihat mampu membuat presentasi dengan perangkat lunak tersebut dalam menjelajah galaksi. Usai kuliah ditampilkan presentasi singkat dari Tim Aksara ITB yang berhasil menjuarai ajang perlombaan perangkat lunak yang diselenggarakan oleh Microsoft dengan karya "Perangkat Lunak Bagi Kalangan Buta Aksara". Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, Menteri Perdagangan RI, Dr. Mari Elka Pangestu selaku pemandu hanya memberi kesempatan kepada 5 orang peserta yaitu Bapak Gatot Suwondo (Dirut BNI), Rene Patirajawane (wartawan Kompas), James Riyadi (CEO Lippo Group), dan dua orang perwakilan mahasiswa. Dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh salah seorang mahasiswa tentang tips dan trik menjadi orang sukses di usia muda, Bill Gates menegaskan, sekolah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan kita semua. "Agar masa sekolah dapat dipergunakan secara optimal, maka setiap siswa perlu melakukan program magang di berbagai perusahaan, sebagai bekal merintis sendiri bisnisnya kelak," ujar Bill Gates. Meski tidak menyelesaikan sekolahnya, Bill Gates tidak menyarankan tindakannya untuk diikuti. Dengan tegas, Bill Gates mengatakan, sekolah adalah kesempatan penting untuk meraih kehidupan yang lebih baik di masa depan, Oleh karena itu jangan sampai disia-siakan sekolah. Selain itu beliau juga menegaskan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendukung cita-cita seorang anak. Ia mencontohkan bagaimana orangtuanya memberikan sebuah komputer sebagai kado di hari ulang tahunnya dan terus mendorongnya untuk maju, misalnya dengan memberi izin dia untuk membuka usaha bengkel komputer di bekas garasi rumahnya. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu sangat mudah, asal kita sangat senang dengannya. "Kembangkan imaginasi yang kita miliki, dan kemudian sumbangkan pengetahuan itu untuk memajukan bangsa," sambung Bill Gates sambil menutup jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan peserta. Selama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala negara, telah dilangsungkan empat kali "Presidential Lecture" antara lain diberikan Geoffrey Sachs, Direktur Proyek Millenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Millenium Development Goals (MGDs), Nicholas Stern begawan ekonom Inggris yang sekaligus Penasihat Perubahan Iklim dan Pembangunan untuk Pemerintah Inggris. Selanjutnya mantan Perdana Menteri dan mantan Menteri Keuangan Pakistan, Shaukat Aziz yang menyampaikan tentang pembangunan di Pakistan, dan Muhammad Yunus dari Bangladesh--Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2006--tentang tentang kredit mikro. Dengan demikian, Bill Gates menjadi Presidential Lecture kelima, dan seandainya saat Alvin Tofler datang dan memberikan pemikirannya di depan khalayak Indonesia, saat itu SBY sudah menjabat presiden pastilah acara tersebut ikut menjadi presidential Lecture. Kita tunggu tamu bermutu berikutnya ....
(sumber :Dir.Kemahasiswaan ipb/man) dari http://www.ipb.ac.id/

Komentar saya : Tulisan tersebut mudah-mudahan mampu mengikis kesempitan berpikir "bahwa komputer hanya otoritas mahasiswa jurusan komputer atau matematik saja, karena pada dasarnya komputer adalah alat bantu untuk (belajar) mencapai tujuan". Laporan ini juga sekaligus memperkuat kewaskitaan Alvin Tofler yang pernah mengatakan ( 15 tahun yang lalu) bahwa akan terjadi penguasaan 3 panggung dunia yaitu "Optic Fibre", "Biotechnologi" dan "Information Communication and Technology/ICT". Saya merasa bersyukur telah menangkap isyarat Alvin Tofler tersebut, sehingga memuatnya di dalam buku mata pelajaran Biologi SMA kelas 3 yang saya susun bersama teman-teman MGMP Biologi dan diterbitkan oleh Penerbit Lontar Mas Jakarta.
AKU JUGA BISA dan ANDA PASTI BISA JUGA!!
cerio.........
Salam dari pengelola blog ; Darsana Setiawan.

13 Maret, 2008

ASIAN ASSOCIATION of OPEN UNIVERSITIES




President AAOU (Prof Atwi Suparman) and Sec Gen AAOU (Prof Tian Belawati)
AAOU (AAOU: Asian Association of Open Universities) is a non-profit organization of higher learning institutions that are primarily concerned with education at a distance, namely, education in which the systematic teaching and the communication between student and teacher or institution take place mainly by a variety of media. AAOU was founded in 1987 by a number of open universities in the Asian region who realized the significant contribution of distance education in democratizing the provision of learning opportunities to mankind.The AAOU membership consists of Full and Associate members.
As of January 2008, there are 71 members in AAOU including 41 full members, 28 associate members and 2 individual supporting members.
Our members share a common belief that the development of distance education can be obtained through friendship and close exchanges among institutions of open higher learning.
The AAOU Annual Conference, hosted in turn by different member institutions, is a stimulating forum for all those associated with open and distance learning in Asia, particularly academics, administrators and students.
It provides a focal point for bringing everyone up to date on the issues, ideas and developments in the field of open distance learning in the region.
The participants come from Asia as well as from other parts of the world.
The increasing presence of delegates from outside Asia demonstrates the prestige of the AAOU annual conference as a forum for academic exchange among international open and distance learning practitioners.
source : http://aaou.net/

20 Februari, 2008

PELAJAR MENOLAK TATA TERTIB?

Pagi-pagi, tayangan layar kaca televisi mengejutkan saya dengan pemberitaan ngamuknya para pelajar SMA Swasta "P" di Jogyakarta, yang memporak-porandakan fasilitas sekolah dan menuntut turunnya Kepala Sekolah mereka, karena dianggap "TERLALU DISIPLIN"?.

Padahal beberapa hari sebelumnya, di dalam perkuliahan saya kepada para Guru TK, SD, SMP dan SLTA yang sedang mengikuti program S1, muncul pertanyaan menarik dari salah satu mahasiswi (Guru SLTP) seperti ini ; "pak bagaimana caranya mengatasi kebandelan seorang siswa yang selalu membuat ulah, bahkan rambutnya sudah di cat merah".
Kemudian saya balik bertanya kepada penanya (untuk menyelidik) "apakah di sekolah Anda ada butir Tata Tertib Sekolah yang melarang siswa untuk mengecat rambut, selain hitam?". Nampaknya pertanyaan balik saya justru mengherankan penanya, bahkan seluruh mahasiswa di kelas perkuliahan tersebut. Agar tidak semakin membingungkan maka saya langsung menjelaskan, bahwa Tata Tertib Sekolah itu adalah "komitmen bersama seluruh anggota Masyarakat Sekolah" , sehingga saat penyusunannya harus melewati proses demokratis (bisa sistem perwakilan) yang mencerminkan semua unsur di dalam Masyarakat Sekolah itu. Sebaiknya penyusunan dan atau pembahasan Tata Tertib Sekolah dilaksanakan pada Rapat Kerja Sekolah pada saat pennyiapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), karena Tata Tertib Sekolah adalah bagian dari KTSP itu sendiri. Hampir seluruh cetak biru yang bernama KTSP ini, akan menjadi tuntunan operasional penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah, seperti arti dari "kurikulum" itu sendiri. Komite Sekolah secara aktif menjadi bagian yang seharusnya mendorong terciptanya proses perubahan Paradigma Baru (New Paradigm) bahwa Sekolah harus menjadi tempat yang mampu mempelopori proses demokratisasi dan penegakkan HAM. Diawal reformasi dulu ada forum "Reformasi Pendidikan" yang secara aktif mencari formulasi untuk me "re-formasi"-kan masalah-masalah pendidikan di tanah air. Dan proses selanjutnya dari forum-forum seperti itu, sudah dapat kita tebak kelanjutan aktivitasnya yaitu "mati suri" alias bernyawa tapi tanpa makna, dan hal itu terjadi mudah-mudahan bukan karena saking sibuknya ketua forum.
Jadi idealnya, bukan hanya Tata Tertib Sekolah yang harus dijalankan "bersama" akan tetapi seluruh komponen di dalam KTSP yang telah disyahkan didepan Rapat Kerja Sekolah serta disetujui oleh pihak Dinas Pendidikan setempat juga harus diamankan agar tetap bisa berjalan (sesuai dengan proporsi dan tanggung jawab masing-masing unsur, termasuk peserta didik dan Guru serta Kepala Sekolah, Orang Tua Siswa, bahkan Penjaga Sekolah dan Bapak-Ibu Penjual makanan di Kantin Sekolah sekalipun). Memang ada prasyarat yang harus dipenuhi di dalam pemberlakuan ketetapan bersama seperti Undang-undang, Peraturan Pemerintah dan juga berlaku bagi ketetapan KTSP tersebut yaitu, kewajiban pihak tertentu (sekolah) untuk mengundangkannya atau mensosialisasikannya kepada setiap elemen dari unsur pembentuk masyarakat sekolah.
Bahkan di suatu sekolah di bilangan jalan Kramat Raya Jakarta yang saya temui (sekolah yang berkualitas bagus dan sangat dikenal oleh masyarakat) mencantumkan butir Tata Tertib Sekolah yang berbunyi "Peserta didik yang kedapatan menyontek saat ujian/ulangan berlangsung, bersedia dikelaurkan dari sekolah", dan setiap Orang Tua maupun Peserta didik bersangkutan menandatangani tanda persetujuannya.
Jangan lupa Pelaksanaan KTSP termasuk di dalamnya melaksanakan dan mengamankan "mutu hasil belajar" yang sudah ditetapkan di dalam Kriteria Kompetensi Minimal (KKM) tiap Mata Pelajaran. Seringkali pihak "sekolah" secara sepihak menganulir KKM dengan cara menurunkan Batas Minimal Kompetensi untuk "mengkatrol" nilai peserta didik yang tidak kompeten, pada Rapat Pleno Penetapan Kenaikan Kelas atau Kelulusan yang dipimpin oleh Kepala Sekolahnya. Sehingga saat peserta didik mengantarkan Orang tuanya untuk megambil rapor kepada WaliKelas-nya, yang semula merasakan "stress berat" karena takut gagal (tidak naik kelas atau tidak lulus), namun setelah melihat rapornya, peserta didik bersangkutan justru terheran-heran sambil bergumam "Lho kok naik kelas ya, padahal menurut perhitungan hasil ulangan harian, nilai tugas, dan nilai ulangan umum (blok), seharusnya aku nggak naik kelas". Maka sang peserta didik yang baru membaca dokumen rapor dengan predikat naik kelas atau lulus, berkata lagi " Yaah ...Maradona saja boleh berkata "tangan tuhan" yang digunakan untuk menceploskan bola ke gawang lawan saat tim Argentina menjuarai Piala Dunia, kenapa saya tidak, toh sama-sama keputusan yang salah dari wasit yang memimpin pertandingan saat itu ataupun keputusan rapat pleno penetapan kenaikan kelas saya, toh sama-sama tidak dapat di ralat lagi, pokoknya gue naik kelas, titik!".
Mungkin kita semua tidak menyadari bahwa kejadian seperti ini, merupakan awal muasal dari peristiwa yang sangat mengerikan kita semua sebagai bangsa, yaitu runtuhnya pendidikan moral kejujuran sekaligus "Pendidikan Korupsi".

Kejadian ngamuknya para pelajar SMA Swasta "P" di Jogyakarta, memang tidak terlepas dari berbagai pengaruh, termasuk peneladanan perilaku dan figur yang membanggakan (remaja). Pada kesempatan ini saya tidak ingin mengembangkan masalah perkembangan psikologi remaja sebagai salah satu penyebab tidak patuhnya peserta didik pada ketetapan hukum (Tata Tertib Sekolah) . Sorga milik Sang Maha Suci saja ada TATA TERTIB-nya, silahkan buka kitab suci, kita akan menemukan pembelajaran mengapa Adam As dan Ibu Hawa dikeluarkan dari Sorga yang menjadi idaman setiap manusia, jawabannya karena Adam dan Hawa telah melanggar TATA TERTIB sorga (mendekati bahkan memakan buah "kuldi"). Namun janganlah lalu kita pakai hal itu sebagai pembenaran bahwa setiap anak cucu Adam juga boleh melanggar TATA TERTIB/HUKUM/ATURAN/KESEPAKATAN.

Oleh karenanya perlu pula kita renungkan bersama, bahwa selain lemahnya proses sosialisasi Tata Tertib Sekolah, masalah moral, keimanan dan kejujuran adalah nafas dari pendidikan itu sendiri.
Pendidikan tanpa peneladanan kejujuran adalah kebohongan, dan kebohongan adalah kejahatan!, baru titik!.
Diperlukan analisis yang mendalam terhadap berbagai kasus serupa, seperti kejadian diberbagai daerah dengan ngamuknya para mahasiswa yang meluluh-lantakkan kampusnya sendiri sebagai refleksi ketidak puasannya.

18 Februari, 2008

SEPINTAS KONDISI PENDIDIKAN KITA

Laporan dari United Nations Development Program (UNDP) tahun 2008, menunjukkan posisi Human Delopment Indeks (HDI) kita masih berada pada peringkat 107 dari 177 negara yang diteliti (http://hdr.undp.org/en/statistics/). Atau masuk dalam kelompok Medium Human Development pada daftar : 2007/2008 Human Development Index rankings, yang dihuni oleh Negara-negara dengan peringkat 71 sampai dengan 155. Seutuhnya peringkat 177 negara yang diteliti tersebut adalah sebagai berikut:
High Human Development
1. Iceland
2. Norway
3. Australia
4. Canada
5. Ireland
6. Sweden
7. Switzerland
8. Japan
9. Netherlands
10. France
11. Finland
12. United States
13. Spain
14. Denmark
15. Austria
16. United Kingdom
17. Belgium
18. Luxembourg
19. New Zealand
20. Italy
21. Hong Kong, China (SAR)
22. Germany
23. Israel
24. Greece
25. Singapore
26. Korea, Rep. of
27. Slovenia
28. Cyprus
29. Portugal
30. Brunei Darussalam
31. Barbados
32. Czech Republic
33. Kuwait
34. Malta
35. Qatar
36. Hungary
37. Poland
38. Argentina
39. United Arab Emirates
40. Chile
41. Bahrain
42. Slovakia
43. Lithuania
44. Estonia
45. Latvia
46. Uruguay
47. Croatia
48. Costa Rica
49. Bahamas
50. Seychelles
51. Cuba
52. Mexico
53. Bulgaria
54. Saint Kitts and Nevis
55. Tonga
56. Libyan Arab Jamahiriya
57. Antigua and Barbuda
58. Oman
59. Trinidad and Tobago
60. Romania
61. Saudi Arabia
62. Panama
63. Malaysia
64. Belarus
65. Mauritius
66. Bosnia and Herzegovina
67. Russian Federation
68. Albania
69. Macedonia, TFYR
70. Brazil
Medium Human Development
71. Dominica
72. Saint Lucia
73. Kazakhstan
74. Venezuela, Rep. Bov.
75. Colombia
76. Ukraine
77. Samoa
78. Thailand
79. Dominican Republic
80. Belize
81. China
82. Grenada
83. Armenia
84. Turkey
85. Suriname
86. Jordan
87. Peru
88. Lebanon
89. Ecuador
90. Philippines
91. Tunisia
92. Saint Vincent and the Grenadines
93. Fiji
94. Iran, Islamic Rep. of
95. Paraguay
96. Georgia
97. Guyana
98. Azerbaijan
99. Sri Lanka
100. Maldives
101. Jamaica
102. Cape Verde
103. El Salvador
104. Algeria
105. Viet Nam
106. Occupied Palestinian Territories
107. Indonesia
108. Syrian Arab Republic
109. Turkmenistan
110. Nicaragua
111. Moldova
112. Egypt
113. Uzbekistan
114. Mongolia
115. Honduras
116. Kyrgyzstan
117. Bolivia
118. Guatemala
119. Gabon
120. Vanuatu
121. South Africa
122. Tajikistan
123. São Tomé and Principe
124. Botswana
125. Namibia
126. Morocco
127. Equatorial Guinea
128. India
129. Solomon Islands
130. Lao, People’s Dem. Rep.
131. Cambodia
132. Myanmar
133. Bhutan
134. Comoros
135. Ghana
136. Pakistan
137. Mauritania
138. Lesotho
139. Congo
140. Bangladesh
141. Swaziland
142. Nepal
143. Madagascar
144. Cameroon
145. Papua New Guinea
146. Haiti
147. Sudan
148. Kenya
149. Djibouti
150. Timor-Leste
151. Zimbabwe
152. Togo
153. Yemen
154. Uganda
155. Gambia
Low Human Development
156. Senegal
157. Eritrea
158. Nigeria
159. Tanzania, U. Rep. of
160. Guinea
161. Rwanda
162. Angola
163. Benin
164. Malawi
165. Zambia
166. Côte d’Ivoire
167. Burundi
168. Congo, Dem. Rep.
169. Ethiopia
170. Chad
171. Central African Republic
172. Mozambique
173. Mali
174. Niger
175. Guinea-Bissau
176. Burkina Faso
177. Sierra Leone
Peningkatan satu digit dari peringkat HDI di hampir setiap tahunnya, selain dinilai sangat lamban, juga sungguh memprihatinkan kita semuanya, mengingat pada tahun tahun ke depan akan semakin banyak tambahan negara yang ikut serta diteliti.
Penilaian HDI dari UNDP ini, didasarkan pada rerata tingkat harapan hidup, tingkat pengetahuan, tingkat melek huruf, jumlah anak yang memperoleh pendidikan serta kebutuhan harian penduduk yang diukur berdasar GNP Negara yang diteliti.
Data peringkat perguruan tinggi di dunia tahun 2004 yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, menunjukkan bahwa bahwa dari 500 peringkat perguruan tinggi di dunia, dan 100 peringkat Perguruan Tinggi di Asia, tidak satupun di dalamnya terdapat perguruan tinggi Indonesia. Namun data akhir yang bersumber dari Times Higher Education menunjukkan peringkat perguruan tinggi di dunia tahun 2006, di dalamnya telah ditemui 1 perguruan tinggi Indonesia berada di peringkat 200 dunia, atau 4 Perguruan Tinggi Indonesia berada di peringkat 200-500 dunia. Sementara peringkat atas perguruan tinggi terbaik di dunia masih dipegang oleh Harvard University, Cambridge University dan MIT di Amerika Serikat.
Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas telah menerbitkan “50 promising Indonesia University 2006” yang di dalamnya terdapat 26 perguruan tinggi negeri dan 24 perguruan tinggi swasta, serta 7 perguruan tinggi di antaranya berada di provinsi DKI Jakarta. Semoga di dalam 100 promising Indonesia University 2007 mendatang, akan semakin banyak lembaga pendidikan tinggi DKI Jakarta masuk di dalamnya. Marilah kita berikan apresiasi yang tinggi kepada Perguruan Tinggi yang tergugah meraih kembali kepercayaan dari “stake-holder” nya (public accountability), sekaligus sebagai pembiasaan berpikir dan bertindak dalam menghormati dan menegakkan “Budaya Mutu” di kalangan masyarakat luas.
Sejumlah tantangan yang ada dihadapan kita hendaknya justru mampu membangkitkan motivasi kita untuk bangkit menghadapinya. Kita harus yakin dan percaya bahwa dengan kerja keras yang didasari oleh iman dan taqwa, seluruh permasalahan bangsa ini dapat kita selesaikan. Apalagi dihadapan forum ini telah dilahirkan sejumlah ahli –ahli ekonomi yang telah siap menggantikan era keberhasilan seniornya di awal pemerintahan Orde Baru dengan “Wijoyonomic”-kelompok Barkeley-nya, dan kita berharap muncul era “Budiyono_nomic” yang lebih siap bertarung memberdayakan masyarakat kita saat ini.
Era globalisasi sebenarnya tidak lain adalah era liberalisasi ekonomi yang ternyata telah merambah di semua sektor kehidupan nyata. Kondisi faktual ini tidak mungkin lagi dihindari, akan tetapi harus disikapi dengan meningkatkan potensi diri pada setiap individu bangsa ini, melalui proses KEMANUSIAAN yang MEMANUSIAKAN MANUSIA secara MANUSIAWI yaitu PENDIDIKAN!.

Cijantung, Medio 18 Februari 2008, Darsana Setiawan.

17 Februari, 2008

AKAD BANGSA MERDEKA

Akad dalam bahasa aslinya (Arab) berarti ikatan, dan demikian pula makna dalam bahasa Indonesia. Semisal Akad nikah, artinya mengikatkan diri melalui suatu statement (janji) di hadapan Allah dan disaksikan oleh Penghulu serta Wali nikah, bahwa dirinya tunduk/terikat dengan seluruh ketentuan pernikahan yang mengaturnya.Bangsa ini sudah bertekad bulat untuk melakukan Akad (mengikat diri) untuk menjadi bangsa Indonesia yang Merdeka, dengan pernyataan (Proklamasi) yang dibacakan atas nama bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta, tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Setiap tanggal 17 Agustus, kita memperingati hari ulang tahun pernyataan Akad (ikrar/ proklamasi) sebagai bangsa Merdeka, tentu dengan doa dan harapan hari esok lebih baik dari hari ini. Itu pula sebabnya sebagai bagian dari bangsa merdeka, sekaligus sebagai hamba Tuhan, kita wajib mencerdasi keadaan dengan senantiasa berupaya untuk menjaga, memelihara dan mengisi secara positif perjalanan panjang pernyataan Akad kita.
Dalam situasi bangsa kita sedang prihatin seperti sekarang, janganlah berperilaku dan berpenampilan seperti "NGOBONG-OBONG DAMI MONGSO KETIGO" (membakar-bakar jerami dimusim panas!), karena hal itu dapat diartikan sebagai upaya untuk MEMBAKAR dan atau mengingkari pernyataan akad bangsa.Jiwa atau Qolbu yang sehat dan kuat dari seseorang, akan senantiasa berupaya "memberi" (termasuk memberi solusi) untuk kebaikan sesama bangsanya, dan tidak selalu "meminta" atau menuntut dan menuntut serta menuntut tiada henti.Bagaimanapun tangan di atas (yang memberi) itu tetap lebih baik dibanding tangan di bawah (yang meminta), itulah esensi tuntutan agama (Islam) yang mayoritas dipeluk bangsa kita.
Ternyata......John F Kennedy (mantan presiden AS), memang lebih dikenal dengan warisan wasiatnya yang berbunyi, "Janganlah engkau bertanya kepada negara tentang apa yang engkau peroleh, tapi bertanyalah terlebih dahulu kepada dirimu tentang apa yang telah engkau berikan kepada bangsa dan negaramu", dan ucapan itu memang sangat Islami.
Lho kok?.

Jakarta, medio tengah Februari, 2008. Darsana Setiawan.

15 Februari, 2008

PEMBERDAYAAN PENGAWAS SEKOLAH?

Saat ini gema aktivitas Guru di sekolah masih berkisar pada pengisisan dan hasil penilaian portofolio untuk memenuhi kriteria perolehan "sertifikasi guru". Bagi mereka yang isian portofolio-nya memenuhi kaidah dari Direktorat Jenderal Pembinaan Mutu Tenaga Kependidikan Depdiknas, akan memperoleh "ponit" guna pencapaian jenjang "Guru Teregistrasi" atau "Guru Profesional" dengan reward penambahan kesejahteraan berdasar sekian kali skala gaji yang pernah diterimanya.

Apabila banyak keluhan yang muncul dari kalangan guru di sekolah, terlebih karena rendahnya daya serap informasi melalui proses sosialisasi yang tereduksi oleh strata birokrasi.
Kemungkinan lain memang ada, semisal kebijakan lokal di tingkat kabupaten/kota (Dinas Pendidikan setempat) yang dirasakan belum memenuhi azas keterbukaan serta keadilan.
Seorang guru SMP Negeri di sebelah timur dari Jakarta Timur, sempat mempertanyakan mengapa "guru itu" yang memperoleh kesempatan pertama untuk mengisi portofolio (kalau memang ditunjuk oleh...siapa? jawabannya nggak pernah jelas, apalagi dasar keputusannya). Kenapa bukan "guru yang ini" karena dari sudut pandang teman-teman di sekolah jelas lebih layak. Kalimat tersebut mencerminkan adanya reduksi informasi tentang kebijakan lokal yang sebenarnya ditempuh justru dengan tujuan serta semangat "MEMPERBAIKI KONDISI GURU".
Kekurangan dalam implementasi perdana dari suatu sistem/program memang selalu saja ada kekurangannya, sebagai contoh kasus; Seorang guru yang akan melengkapi isian format portofolio, harus mencari, memohon dan meminta belas kasihan kepada pengawas sekolahnya untuk memperoleh rekomendasi (guru profesional) pada format bersangkutan.
Sementara ada pertanyaan yang muncul dan mengganjal di hati kita "apakah pengawas sekolahnya(supervisor sekolahnya) sudah memenuhi kaidah profesional, manakala memperoleh otoritas memberikan rekomedasi portofolio untuk melahirkan seorang guru profesional??".
Yang lebih celaka adalah pengawas sekolah (supervisor sekolah) yang BELUM PERNAH MENJADI GURU, namun merekomendasi kinerja guru, hanya karena ingin menyelamatkan kolega (Eks pejabat struktural) agar bisa memperpanjang usia pensiun ke 60 tahun. Pelecehan terhadap jabatan pengawas/supervisor seperti inilah yang semestinya menjadi SKALA PRIORITAS UNTUK SEGERA DIAKHIRI!

Tulisan ini BUKAN dimasudkan untuk memojokkan jabatan Pengawas Sekolah (Supervisor Sekolah) namun malah sebaliknya mengingatkan kepada kita semua, BAHWA JABATAN PENGAWAS/SUPERVISOR SEKOLAH BUKANLAH SEKEDAR PELENGKAP PENDERITA dari suatu sistem persekolahan di Republik ini (yang katanya sudah direformasi, sudah direformulasi dan sudah direstrukturisasi), atau MALAH BELUM ??. Wallahualam bisawab,....namun tetap harus ada kejelasan, mengingat hal ini menyangkut banyak orang dalam suatu megasistem MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKTOR PENDIDIKAN.
bRAVO pENGAWAS sEKOLAH!.

Mengakhiri Nopember 2007, Salam Guru, DS.

PENDIDIKAN HUMANIS


Sistem Pendidikan Indonesia sedang berproses menuju cara pandang baru (New Paradigm) yang lebih humanis (dengan mengedepankan hak-hak pembelajar) serta lebih demokratis, namun sekaligus juga lebih berorientasi pada perkembangan ICT (Information-Communication and Technologie). Soedjatmoko, sebagai tokoh Humanitarianisme, dalam S.Masruri (2005), mengungkapkan ; perlunya kita semua menghindari ekses moral dari tekanan ICT yang hampir tak terkendali, dengan cara melibatkan banyak pihak yang peduli (kaum agamawan dan kaum budayawan) untuk secara bersama membangun sistem pendidikan yang didinginkan.


Melalui sistem pendidikan yang seperti itu diharapkan manusia dan masyarakat Indonesia terdidik, akan menjadi manusia yang “serba tahu” (well informmed) , memiliki komitmen yang tinggi (well commited), yang mampu menerapkan long life learning disertai kesadaran yang tinggi tentang keadilan sosial.Untuk mewujudkan upaya pembaharuan sistem pendidikan yang humanis, menuntut berbagai pendekatan inovatif untuk memperluas proses belajar yang mampu menembus “tembok besar konvensional”. Patut disayangkan bahwa dari beberapa dekade pembangunan pendidikan kita di tanah air, “kekurangan” (kalau tidak mau disebut kegagalan) justru terletak pada ketidakpercayaan masyarakat itu sendiri untuk ikut berpartisipasi dalam program dimaksud. Contoh kasus sebagai indikasi adanya bukti terhadap hal ini ditayangkan oleh media televisi kita di minggu kedua bulan Desember 2007, “adanya sekelompok masyarakat yang secara bersama dan beramai-ramai merusak gedung sekolah” dan notabene gedung sekolah tersebut justru dibangun dari dana masyarakat itu sendiri (APBD). Mereka seolah tak merasa ikut memiliki proses pendidikan yang berlangsung (sense of belonging), padahal bukan tidak mungkin anak-anak mereka sendiri ada yang menjadi peserta didik dari sekolah yang dirusaknya. Tantangan dari proses belajar masyarakat terhadap “perubahan” dapat ditengarai antara lain “tertutupnya kesediaan diri untuk menerima perubahan” (tidak munculnya hasrat untuk berubah), rendahnya komitmen terhadap adanya perubahan, serta rendahnya keterlibatan masyarakat terhadap program perubahan (sense of responsibility). Oleh karenanya proses belajar sosial kemasyarakatan yang harus diprioritaskan sebagai WAJAH BARU KEBIJAKAN PENDIDIKAN KITA adalah kebijakan publik yang mengedepankan INOVASI SOSIAL dan PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, sehingga menemukan hal-hal baru bagi upaya nyata KELUAR DARI JEPITAN KEMISKINAN. Patut dicermati pemikiran yang mencerdasi dan mengkritisi masalah ini, dengan pernyataan bahwa “salah satu ciri utama dari model pembangunan pada beberapa dekade terakhir adalah BERKEMBANGNYA KEYAKINAN DIRI DARI MEREKA YANG SECARA TRADISIONAL TIDAK BERDAYA DAN TERSINGKIR KARENA PROSES PERUBAHAN (PEMBANGUNAN) ITU SENDIRI. Mengapa demikian, karena “semua upaya perubahan (pembangunan) tidak akan membawa manfaat jangka panjang TANPA PEMECAHAN MASALAH KEMISKINAN ITU SENDIRI”. Ini mungkin simpul-simpul akhir dari esensi pendidikan humanis, yang berupaya memberdayakan manusia secara manusiawi agar menjadi manusia sesungguhnya (seutuhnya), karena pastilah Tuhan tidak menciptakan hambaNya untuk teraniaya, apalagi oleh suatu sistem terstruktur yang dibuat oleh hambaNya yang lain. Kita memang membutuhkan suatu sistem pendidikan yang berpihak pada kebutuhan kemanusiaan, yaitu manusia berdaya. Manusia yang mampu melawan segala upaya yang memperdaya dirinya dari kesejahteraan sosial, kesejahteraan moral dan kesejahteraan spiritualnya.


Dengan “bersama” semoga harapan kemanusiaan tersebut, bukanlah utopia!.Bukankah Tuhan Maha Tahu atas keinginan hambaNya?.


Jakarta, bulan akhir tahun 2007. Salam saya DS